Penuturan KISAH sebagai alat pembelajaran utama
Begitu banyak pembelajaran, wawasan, serta nilai-nilai kehidupan yang dapat tersampaikan dari suatu kisah. Melalui penceritaan kisah, pelbagai pengajaran dapat disampaikan secara lebih halus, sehingga kita pun bisa lebih mudah menerimanya dengan suka cita, tanpa merasa digurui. Bukan sekadar lewat pemahaman (nalar), melainkan juga dengan kesan (rasa) yang lebih terhayati.
Sejatinya, berkisah (bertutur cerita) memang sepatutnya menjadi porsi besar dalam pendidikan. Prinsip ini diambil dari komposisi al-Qur’an yang sepertiga isinya ialah pengajaran dalam bentuk penceritaan kisah. Allah Yang Maha Tahu ternyata jauh lebih banyak mengajarkan Nabi dan umat manusia melalui penceritaan kisah. Maka tak patutlah kita mengabaikan hikmah dari kenyataan tentang bagaimana kitab suci disajikan.
Khususnya mulai tahun ajaran ini (2017), the Little Hijabi Insya Allah akan lebih mengoptimalkan pembelajaran lewat cara berkisah, baik penceritaan kisah melalui bahasa isyarat, drama, pantomim, dsj. []
Aneka bahan belajar yang disampaikan akan sebisa mungkin dibuka dan dikaitkan dengan kisah-kisah. Maka, selain penceritaan kisah yang akan lebih banyak dilakukan di kelas-kelas, setiap pekan juga Insya Allah akan ada agenda kegiatan bersama berupa penceritaan kisah untuk seluruh kelas (drama kecil).
Bagi orangtua dan keluarga yang diharapkan dapat mendamping pembelajaran anak di rumah secara lebih intens, kami Insya Allah akan menyelenggarakan workshop rutin tentang bagaimana menerapkan program literasi (bertutur kisah melalui bahasa isyarat) bagi orangtua.
